Malam itu,
ayah pulang dengan kue besarnya. Besar sekali. Besar sekali dan lengkap dengan
merek terkenalnya. Bahkan di hari istimewa pun tak pernah mencicipi kue sebesar
itu. Katanya untuk adikku yang menginginkan kue coklat karena mencicipi kue serupa
di hari sebelumnya.
Malam itu, ada
orang datang. Mengatakan akan menyita barang keluargaku. Ku simpan rasa tahu ku
tentang itu. Ku lirik kue besar itu.
Malam itu,
kubangun mengintip ayahku. Sedang melambungkan doanya dengan sujud dalam gelap.
Ku lirik kue besar itu.
Kue besar
yang ku yakin tak murah harganya. Besarnya harga bukanlah penghalang besarnya cinta
untuk keluarganya. Tak peduli beban lain yang juga harus ia terima. Sedang
besar cintanya yang lain ia lambungkan langsung kepada Sang Pencipta. Doa untuk
kebahagiaan anak anaknya.
No comments:
Post a Comment