Wednesday, 5 July 2017

Kue Besar dari Ayah

Malam itu, ayah pulang dengan kue besarnya. Besar sekali. Besar sekali dan lengkap dengan merek terkenalnya. Bahkan di hari istimewa pun tak pernah mencicipi kue sebesar itu. Katanya untuk adikku yang menginginkan kue coklat karena mencicipi kue serupa di hari sebelumnya.

Malam itu, ada orang datang. Mengatakan akan menyita barang keluargaku. Ku simpan rasa tahu ku tentang itu. Ku lirik kue besar itu.

Malam itu, kubangun mengintip ayahku. Sedang melambungkan doanya dengan sujud dalam gelap. Ku lirik kue besar itu.


Kue besar yang ku yakin tak murah harganya. Besarnya harga bukanlah penghalang besarnya cinta untuk keluarganya. Tak peduli beban lain yang juga harus ia terima. Sedang besar cintanya yang lain ia lambungkan langsung kepada Sang Pencipta. Doa untuk kebahagiaan anak anaknya.

No comments:

Post a Comment